EXO WORD FANFICTION~~

EXO WORD FANFICTION~~

Selasa, 29 April 2014

We’ll Meet Again



Cast         : - Park Chanyeol (EX0)
-        Shin Hyeri (OC)
Genre       : Romance, PG-13,Drabble
Author     : Kkamjong mimi
Summary : Kita bertemu kembali,setelah jarak dan waktu hampir memisahkan kita untuk selamanya.







-=Flashback-=
            “park chnayeol!! Eoddiga!!” teriakku sekeras mungkin agar Chanyeol mendengarku.
            “park Chanyeol!!!” teriakku sekali lagi.Namun,aku tak menemukannya sedikitpun.

Aku terus berlarian dan mencari sosok Park Chanyeol di tengah belantara hutan. Angin dingin terus memelukku begitu erat,dan lolongan serigala terus terdengar di telingaku. Aku tidak peduli! Karena harapanku sekarang adalah Chanyeol! Ya,Park Chanyeol.

Dia memang bukan kekasihku namun,tanpanya aku tak bisa hidup.Dialah orang yang saat ini kupunya setelah eomma dan appaku bercerai saat aku masih 5 tahun,dan merekapun tak mengurusku.Lalu halmeoni dan harabeoji dari Park Chanyeol mengasuhku.Aku dan Chanyeol oppa tidak ada hubungan darah sama sekali jadi,aku mungkin bisa jatuh cinta dengannya.Sekarang,halmeoni dan harabeoji Park Chanyeol sudah meninggal sekitar 3 tahun lalu dan sekarang jika Chanyeol oppa menghilang dan tak ditemukan di hutan ini lalu? Bagaimana dengan hidupku?

-=Flashback off-=

Cahaya mentari menyinari kamarku,aku segera terbangun dan kurengangkan sejenak tubuhku.

            “ya,Monday! I hate Monday” gerutuku.

Aku melihat jam di meja dan jarum jam sudah menunjuk pukul 06.15
Aku kaget dan segera bangun dari atas ranjangku yang besar dan segera berlari menuju kamar mandi dengan sigap aku langsung menyalakan keran kamar mandi.Airnya terasa tidak terlalu dingin,karena hari ini memang musim semi.

Setelah aku selesai mandi,aku segera menyantap sepotong roti yang tak kuolesi apapun.

            “meow” suara kucingku itu,membuyarkan kesibukanku.

            “ehmm,annyeong yeolli” ujarku manis sambil kuusap kepalanya.

Sesudah aku sibuk dengan diriku sendiri,aku segera pergi menuju ke tempat kerja yang lumayan cukup jauh dari apartmentku.

Oh,ya! Bukankah tadi,kita belum berkenalan?

Namaku Shin Hyeri,umurku 26 tahun.Dan di umurku yang muda ini,aku sudah menjadi seorang dokter.Aku begitu bangga,namun aku juga ingin menunjukkan kebahagiaanku ini kepada orangtuaku. Sayangnya,seperti yang kubilang tadi! Orangtuaku cerai di umurku yang ke-5 tahun dan orangtuaku menitipkanku pada harabeoji Park. Dan harabeoji park sudah meninggal 3 tahun lalu,halmeoni park meninggal juga 2 tahun lalu dan sekarang cucu dari tuan Park,entah hilang kemana setelah 3 tahun lalu universitas mengadakan camping ke pegunungan.Aku benar-benar ingin,Park Chanyeol,atau cucu harabeoji Park itu dapat ditemukan kembali.

            “Shin uisa.bisa saya meminta waktu anda sebentar?” Tanya seorang perawat
.
            “nae,wae?” jawabku polos.

            “ehmm,ada pasien yang sedang pendarahan karena kecelakaan” katanya

            “mwo?! Kenapa kau tidak bilang dari tadi?! Huh?!” teriakku

            “tadi saya mencari dokter lain,dan tidak ada jawaban dan ternyata…”

            “sudahlah!ayo ke UGD!” bentakku kepada perawat magang itu.

Aku segera berlari menolong pasien tersebut agar pendarahannya tidak semakin membanyak,karena jika pendarahannya semakin parah orang itu akan mati sekarang juga tanpa alasan.

Tanpa pandang siapa orang itu,aku dengan sigap menghentikan pendarahannya agar dia tidak kehilangan nyawanya sekarang juga.

Setelah selesai kuhentikan pendarahan dikepalanya,aku memegang pergelangan tangannya untuk mengecek darah nadinya teratur atau tidak. Saat kupegang tangannya,aku merasa aku pernah merasakan tangan ini juga,seperti pergelangan tangan dari seorang Park Chanyeol. Kupandangi wajahnya, kuusap rambutnya dan kusentuh hidungnya. Dia sangat mirip seorang Park Chanyeol.

Tanpa kusadari air mataku mengalir menyentuh pipiku,aku mengingat betapa sayangnya Chanyeol oppa padaku,hingga dia mengorbankan waktunya bekerjaparuh waktu untuk memberi kejutan ulang tahun untukku. Aku benar-benar tak bisa melupakan kejadian itu,bahkan saat Chanyeol oppa mengatakan “Saranghae” aku tidak akan melupakan kata-kata itu juga. Bahkan sampai saat ini tak akan kulupakan semua itu.

                                                ****

            Setelah pekerjaanku selesai,aku segera pulang ke rumah dan bertemu dengan kucing kecilku kembali yang bernama Yeolli itu.

            Seperti biasa,setelah memasuki apartment hal yang kulakukan pertama kali adalah meminum air putih sebagai tanda jika aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku,seperti sebuah sampanye.

            “hufh..i’m tired” gerutuku.

            Tanpa pikir panjang lagi,aku segera melepas semua pakaianku dan berendam air hangat di bathtub sebagai pelepas kelelahanku hari ini. Aku tidak sempat berfikir apakah tadi itu Chanyeol oppa? Semuanya! Bahkan genggaman tangannya seperti genggaman tangan Chanyeol oppa. Aku benar-benar merindukan sosok Chanyeol oppa untuk kesekian kalinya.

            “ya….sudah saatnya aku turun dari bathtub ini dan pergi makan” ujarku malas.

            Itulah kehidupan hari-hariku tak ada yang menarik sama sekali bahkan menyenangkan sedikitpun tak ada. Mungkin,jika aku bisa mengulang waktu,aku ingin sekali agar sekarang Chanyeol oppa sudah menjadi oppaku atau bisa lebih seperti namjachingu atau nampyeon agar aku tak bisa kehilangannya.

                                                            ****

            Seperti hari sebelumnya. Pagi hingga sore aku bekerja mengurus beberapa pasien di rumah sakit dan malamnya adalah waktuku untuk istirahat dan mengingat sosok Chanyeol oppa kembali.

            Saturday night.Malam yang suram bagiku! Tak ada satupun orang yang mengajakku jalan kali ini dan mungkin yang kuajak jalan hanyalah seekor kucing manisku yeolli ini.

            Malam ini,karena aku malas dirumah aku berniat untuk keluar ke Dongdaemun yang mungkin hanya sekedar jalan-jalan di musim semi sambil menikmati bunga sakura yang bermekaran.

            “yeolli,kau suka kuajak jalan-jalan huh?” tanyaku pada yeolli.

            “miawww” jawabannya yang selalu seperti itu saja.

            “araseo.kau pasti suka bukan”

            “miawww” dan kembali lagi jawabannya seperti itu.

            “okay.kajja” ajakku bersemangat.

            Yeolli selalu diam saat aku menggendongnya ataupun mengajaknya jalan-jalan di sampingku,semua pejalan kaki memandangi kucingku ini. Dia memang kucing angora dengan ras langka,itupun juga pemberian Chanyeol oppa saat umurku 17 tahun. Maka dari itu,aku selalu menjaganya.

            “yeolli,kita istirahat dulu nae”

            “miaww”

            Aku terduduk di sebuah bangku di bawah bunga sakura yang sedang bermekaran. Entah aku berfikir tingkah kucingku ini sedikit aneh dengan orang disampingnya. Kulihati orang itu dari bawah ke atas.

            Kaki jenjang,tampan,manis,dan kurasa dia berbakat. Aku hanya terdiam memandanginya saat dia mengelus elus kucingku. Tanpa kusadar juga,tiba-tiba jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Wajahnya,seperti Chanyeol oppa,namun aku tak berani menyapanya.Saat ia tersenyum dan tiba-tiba pergi menghidar yang tadinya ia duduk disampingku. Ya,aku akui dia tampan,namun aku tak terlalu yakin jika dia itu Chanyeol oppa.

                                                                        ****
            It’s Sunday.

Ini memang hari minggu,namun apapun yang terjadi aku selalu bertugas di rumah sakit pada hari minggu.Menyedihkannya bukan diriku ini?

            “oh ya,bagaimana keadaan pasien di kamar 422?” tanyaku pada Joo Young,dia adalah perawat magang yang setiap minggu selalu  bertugas denganku juga.

            “keadaannya sudah membaik Shin uisa” jawabanya polos.

            “ogh,lalu pasien kamar 322?” tanyaku kembali.

“belum ada yang membaik darinya,aku takut jika dia akan terus memburuk keadaannya. Sayang sekali bukan? Dia itu tampan” jawabnya memelas.

“ogh begitu,namanya Zhang Yixing bukan?”

“nae,”

“bisa aku mengeceknya?”

“ya pasti bisa,anda kan dokter.kenapa anda tak bisa mengecek kesehatannya?”

“geurae.aku akan ke kamarnya”

            Tanpa basa basi segera kulangkahkan kakiku menuju ruang inap seorang namja yang bernama Zhang Yixing itu. Aku sebenarnya sangat penasaran sekali,dengan penyakitnya. Saat kulihat dokumennya tak ada yang mencurigakan dari riwayat penyakitnya namun,yang membuatku penasaran adalah,kenapa dia tidak lekas membaik?

            Kuketuk pintu kamar namja itu,dan kulangkahkan kakiku memasuki kamarnya. Senyumnya segera menghiasi seisi ruangan ini dan tanpa sadar akupun membalas senyum indahnya juga.

“perkenalkan saya Shin Hyeri uisa,anda bisa memanggil saya Shin uisa. Bisakah saya memeriksa anda?” tanyaku.

            “silahkan” jawabnya.

            Aku segera mengecek nadinya,teratur.Matanya,sehat.Mulutnya,terlihat sehat dan tak ada yang mencurigakan darinya namun saat kulihat lebih dekat lagi,seperti ada maksud tertentu dalam dirinya.

            “anda baik-baik saja.mungkin besok anda sudah diperbolehkan pulang” ujarku

“ah begitu” jawabnya polos. “oh ya,jika kulihat,dirimu sepertinya memikirkan seseorang?orang itu tak jauh darimu.dia sekarang berada disekitarmu.aku bukan bersifat menakutimu.tapi bukankah orang itu bernama Park Chanyeol? Dia sahabatku.aku juga bertemu dengannya di hutan. Saat itu aku juga sedang tersesat bersamanya dan dengan cerdiknya dia segera mengetahui arah jalan pulang,namun karena pada saat itu kepalanya terbentur sebuah batu,jadi dia mengidap amnesia tapi tidak akut.dan sekarang dia juga sedang mencarimu. Aku yakin orang yang Chanyeol cari adalah dirimu.” Ujarnya.

 “da…darimana kau tau,jika aku mencari Park Chanyeol?” tanyaku gagap.

  “dia mengingat namamu,dan ciri-cirinya mirip sepertimu. Kelopak mata ganda,senyum manis,jari jemari yang lembut dan suaramu yang manis.mirip sepertimu” jawab namja yang bernama Yi Xing itu.

 “dimana Park Chanyeol?” tanyaku tergesa-gesa.

  “sebentar lagi dia datang,biasanya dia pergi ke taman Bukcheong di saat mendung seperti ini”

“gomawo”

            Aku segera bergegas pergi ke taman Bukcheong dengan hanya membawa sebuah payung untuk berjaga-jaga. Jas putih yang khas dengan dokter masih kupakai. Aku tak memperdulikannya sama sekali,yang penting bagiku sekarang adalah Chanyeol! Park Chanyeol.

                                                            ****
            Aku terus berlari dan berlari sampai akhirnya hujan turun,aku terus mencari sosok Park Chanyeol di sekeliling taman Bukcheong.

            Pada suatu akhirnya aku melihat seorang namja dengan tinggi semampai sedang memegang sebuah payung berwarna putih salju,tiba-tiba namja itu menoleh ke hadapanku dan menyunggingkan senyuman manis padaku. Senyuman yang selalu kuimpikan selama 3 tahun ini. Senyuman manis dari seorang Park Chanyeol.

            “neo..Shin Hyeri-ssi?” tanyanya

            “nae.neo…Park Chanyeol-ssi?” tanyaku balik.

“nae.nan Chanyeol.orang yang kau cari selama ini dan kau harapkan kedatangannya selama 3 tahun ini.” Jawabnya

“aku tidak bermimpi?” entah apa yang merasukiku kali ini,tapi air mataku tumpah bukan karena aku sedih karena aku terharu bisa bertemunya kembali.

“ani.kau tidak bermimpi. Ini aku Park Chanyeol”

            Aku segera berlari hingga payungku terjatuh dan memeluknya dengan erat seakan tak ingin ku kehilangannya.

            “saranghae” kata itu tiba-tiba keluar dari mulut Chanyeol oppa.
            “nado saranghae oppa” jawabku

            “mau jadi yeojaku untuk hari ini dan selamanya?” tanyanya.

Akupun tak mengerti apa yang dimaksud Chanyeol oppa.Semua terasa berhenti bahkan waktupun seakan berhenti sejenak untukku sampai aku mengatakan Ya atau Tidak.

“eotte? Kau mau jadi yeojaku?” tanyanya lagi

“oppa,geundae….”

“wae? I will protect you. Forever.” Sahutnya.

“really?” tanyaku meyakinkan.

“yes,iam really to love you for now and forever”

“I do oppa” jawabku.

            Tak dapat kupungkiri. Kali ini aku menjadi seorang yeoja dari Park Chanyeol aku berharap takdirku kali ini ditulis aku hidup bersama Park Chanyeol untuk selama lamanya hingga maut dapat memisahkan kita berdua pada nantinya.

3 years later….

            Sudah sekitar 3 tahun ini hubunganku dengan Chanyeol oppa berjalan baik,bahkan aku dan Chanyeol oppa merencanakan untuk menikah tahun ini juga,tapi Chanyeol oppa tidak segera melamarku dan hari ini dia malah mengajakku ke sungai Cheonggye padahal dia tau sendiri jika hari besok sudah chuseok day,kenapa dia harus mengajakku ke sungai Cheonggye padahal dia juag tau sendiri jika keadaanya pasti akan sepi.

“hufh…dimana sih chanyeol oppa! Sudah memintaku kemari kesini.padahal disini sepi sekali” gerutuku.

            Tiba-tiba aku melihat sebuah cahaya yang menuju ke gedung pencakar langit dengan menampilkan MV dari Lyn I like this song. Setelah MV itu selesai,aku mendengar petikan gitar yang merdu dan mengalunkan instrument dari lagu Love Song Begitu terpukaunya diriku kali ini. Tak ada kata lagi yang bisa kuungkapkan yang kubisa hanyalah menangis terharu.

            Chanyeol oppa mendekatiku dan mengusap air mata yang menjatuhi pipiku. Dengan lembutnya, tangan Chanyeol oppa menyentuh pipiku jari jemarinya menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahku.

            “chanyeol oppa,kenapa kau melakukan hal ini?” tanyaku

            “wae? Kau tak suka?” Tanya balik Chanyeol oppa.

            “bukan seperti itu maksudku,tapi ini terlalu berlebihan oppa”

            “sudah kutebak kau akan mengatakan hal itu”

            Setelah kami tersenyum bahagia,Chanyeol oppa berlutut di hadapanku. Akupun merasa tak sopan,akhirnya kusuruh dia berdiri namun dia tetap saja berlutut di hadapanku,aku tidak mengerti apa yang dia maksud kali ini.

“Shin Hyeri-ssi,saat bertemu denganmu pertama kali,aku sudah sadar saat dewasa nanti kau akan menjadi seorang yeoja yang cantik,dan saat remajapun kau sudah menjadi seorang ulzzang dan saat kuliah banyak yang memujimu dan kau juga menjadi primadona,namun tidak ada satupun namja yang bisa menaklukkan hatimu selain diriku *ciie…chanyeol ngarep* aku benar-benar bahagia saat kau menerima pernyataan cintaku dan sekarang,maukah kau menulis cerita hidupmu bersamaku? Hidup denganku,megurus anak-anak kita dan menjadi istriku.will you marry me?” ujarnya panjang lebar.

            Aku diam dan tak berkutik ataupun bergerak sedikitpun,aku bingung harus mengatakan apa. Karena tubuhku sekarang seperti terkunci kata-kata dari Chanyeol oppa tadi. Aku sadar jika Chanyeol oppa akan menikahiku ya! Menikahiku! Menjadikanku istrinya dan akan menjadi eomma bagi anak-anakku nanti bersama Chanyeol oppa.

            Kutarik nafasku dalam-dalam dan kukeluarkan dengan lega,lalu akupun menjawab tawaran Chanyeol oppa tadi.

“oppa,lamaranmu sangat manis.aku suka.lalu,siapa yang tidak mau menikah dengan seorang namja yang tampan dan bertanggung jawab sepertimu? Pasti semua mau.termasuk diriku. I do oppa” jawabku yang diiringi senyum manis yang terukir di pipiku.

            Ya,setelah aku menerima lamaran Chnayeol oppa,tanpa segan-segan Chanyeol oppa langsung memelukku dengan erat,begitu erat dan sampai aku tak bisa bernafas untuk beberapa saat.

          Setelah Chanyeol oppa melamarku kali ini,aku harap aku bisa menjadi istri yang baik baginya begitupun bagi anak-anakku nanti bersamanya.
            Gomawoyo Chanyeol oppa…. J

The End
           
           






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar